Bea Cukai Kediri Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal dari Sebuah Warung di Nganjuk

Bea Cukai Kediri melaksanakan operasi pasar rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk dengan cara mendatangi sekalian memeriksa kios kelontong yang disebut dalam laporan aduan masyarakat, pada Kamis 14 Maret 2024.

Pada operasi pasar di sebuah kios, regu pengawasan Bea Cukai Kediri mendapati 1.420 batang rokok ilegal yang dikemas dengan beragam macam merek.

”Barang bukti sebanyak 1.420 batang rokok polos tersebut disembunyikan di dalam lemari kayu tempat menyimpan baju,” terang Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Berita BC Kediri M. Syaiful Arifin, Selasa (19/3/2024).

Tim kemudian mengamankan numerounosantaclarita.com segala barang bukti tersebut dan menerbitkan surat bukti penindakan.

”Penemuan rokok polos ini adalah buah hasil dari partisipasi masyarakat yang telah mengirimkan laporan pengaduan seputar adanya peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Nganjuk,\\” lanjut Syaiful Arifin.

Upaya dalam menekan peredaran rokok ilegal ini membutuhkan kerja sama dengan beragam pihak. Termasuk partisipasi serta peran aktif dari masyarakat yang menyaksikan secara seketika.

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Kantor Kawasan Jatim I membinasakan jutaan batang rokok ilegal hasil penindakan sepanjang tahun 2023.

Kepala Seksi Penyidikan Bea dan Cukai Jatim I Susetia dalam keterangannya di Sidoarjo, Kamis mengatakan, pemusnahan ini adalah upaya melindungi masyarakat dari peredaran rokok ilegal dan menghasilkan keadaan perekonomian yang adil dan sehat bagi para pelaku usaha pengolahan hasil tembakau.

\\”Pemusnahan di permulaan tahun 2024 ini dikerjakan atas rokok ilegal hasil crawling ecommerce, pemeriksaan jasa ekspedisi serta patroli darat terpenting di jalur pengiriman rokok ilegal sepanjang tahun 2023,\\” katanya.

Bernilai Rp 20 Miliar

Dia mengatakan, jumlah barang yang dimusnahkan berupa 16.575.600 batang rokok dengan perkiraan poin barang lebih dari Rp20 miliar.

\\”Kemudian, potensi penerimaan negara yang tak didapat dari barang-barang tersebut sebesar Rp11 miliar,\\” sebutnya.

Dia mengatakan, pemusnahan rokok ilegal hasil penindakan ini dikerjakan pada salah satu perusahaan di Mojokerto dengan beberapa tingkatan yang pertama disiram air dan secara berbarengan dilindas dengan alat berat, sehingga rokok ilegal tersebut hancur.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap pembakaran di dalam mesin insinerator,\\” katanya.

Upaya penegakan tata tertib yang secara berkelanjutan dikerjakan Bea Cukai juga adalah upaya untuk mengamankan hak-hak penerimaan negara.

Tentang Penulis

admin4