Ini Rencana KKP Kelola Benih Lobster Hasil Sitaan, Pembudidaya Lokal Bakal Untung

Pemanfaatan benih bening lobster (BBL) dipastikan utamanya untuk kepentingan pembudidaya di dalam negeri. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menelaah peruntukan BBL yang diamankan dari pelaku penyelundupan untuk disalurkan ke pembudidaya, bukan sebatas dilepasliarkan.

“Bila secara aturan yang ada sekarang ini wajib dilepasliarkan. Tapi Pak Menteri (Kelautan dan Perikanan) kemarin sudah bicara akan melakukan kajian, bagaimana bila BBL (benih bening lobster) tidak dilepasliarkan melainkan ditarik ke BLU milik KKP atau balai kita. Berikutnya dibesarkan sampai ukuran minimal yang sudah kuat untuk dibudidayakan, baru kemudian diserahkan ke pembudidaya lokal,” ungkap Pembantu Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto dikutip Jumat (17/5/2024).

KKP memiliki aturan baru tata kelola lobster yang dipegang dalam Permen KP Nomor 7 Tahun 2024. Kebijakan ini untuk menekan praktik penyelundupan BBL sekalian memperkuat ekosistem budidaya lobster nasional.

Hadirnya Permen KP Nomor 7/2024 memperbolehkan perdagangan BBL secara resmi ke Vietnam, dengan persyaratan perusahaan Vietnam spaceman demo yang membawa BBL wajib membangun budidaya lobster di Indonesia. Hal ini agar terjadi transfer teknologi budidaya, etos kerja, serta peningkatan penerimaan bukan pajak (PNBP) dari perdagangan BBL yang berjalan secara resmi.

Transfer teknologi dinilai Doni sangat penting sebab pembudidaya lobster Indonesia belum sepenuhnya menguasai. Akibatnya kebanyakan pembudidaya berada pada segmen pembesaran lobster dari ukuran jangkrik, bukan memulai dari BBL.

“Mengapa sekarang ada yang keluar (negeri) gitu dan itu resmi? Itu sebab investor tersebut bikin perusahaan di Indonesia dan budidaya juga di Indonesia. Ini jadi bagian transfer ilmu. Bila nanti sudah bisa, ya kita bisa sendiri (melakukan budidaya dari BBL). Tapi yang terang BBL ini yakni aset alam kita, kekayaan kita,” bebernya.

Mengenai masih maraknya penyelundupan BBL, Doni mengapresiasi performa aparat penegak aturan yang berpartisipasi menyelamatkan BBL dari praktik penyelundupan. Belum lama ini regu Lanal III Palembang sukses mengamankan 277.800 ekor BBL dari pelaku penyelundupan di Jambi. Ratusan ribu benur tersebut rencananya akan diselundupkan ke Singapura.

Sepanjang tahun ini sudah dilakukan delapan kali penggagalan penyelundupan benur oleh pelbagai pihak mulai dari TNI AL, Polri, sampai petugas AVSEC Udara, dengan total BBL yang diselamatkan hampir 1 juta ekor.

Tentang Penulis

admin4