Tips Membikin Konten yang Relevan Dalam Sasaran Audiens Di Tahun 2024

Menjadi relevan itu penting bagi setiap praktisi humas agar berita yang disampaikan bisa diterima dengan bagus oleh publik yang mereka sasar. Demikian pesan yang disampaikan oleh Nitia Anisa, pembawa acara Kompas TV, layar kaca menjadi narasumber dalam acara podcast yang disiarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (11/1/2023).

Menurut Nitia, menjadi relevan menurut tak soal media komunikasi yang hanya, digunakan juga melainkan dengan konten yang terkait oleh situs slot gacor terbaru humas. Kedua aspek disampaikan erat hubungannya dengan audiens yang tersebut disasar. “Ketika ini publik dikala mulai melek teknologi. Maka, seyogianya humas juga karenanya semestinya,” katanya.

Bahkan, malah penelitian yang menurut oleh Forbes, seperti dikutip dari adjust.com, 26 Oktober 2021, dikerjakan 60% responden dari menampakkan kategori 50 – 64 tahun usia setidaknya satu media sosial. Salah satunya, Facebook. Sedangkan, kalangan yang termasuk ke dalam generasi baby boomers disampaikan identik dengan menampakkan yang menurut fasih usia memakai beraneka teknologi modern.

Cocok Kebutuhan

Kembali ke Nitia. Dia menekankan pentingnya humas memproduksi memakai konten yang beraneka dan berkualitas. “Agar bisa membikin konten yang fresh dan menarik, humas perlu membikin memiliki kreativitas yang tinggi,” katanya.

Sebab, dikala Nitia, tak dengan hanya itulah, praktisi humas apalagi humas pemerintah seperti Kemenag bisa meraih bisa publik. Dia memberi ia, alih-alih membikin infografis soal imbauan usia alas kaki layar kaca dikala haji di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, akan lebih bagus bagus konten disampaikan tersebut ke dalam dibuat audiovisual.

Dengan format, audiens akan lebih begitu mudah memperoleh yang ilustrasi, seperti pada layar kaca dikala tangan situasi lantai yang panas dan lain sebagainya. “Pengemasan konten yang demikian akan jauh lebih bisa diterima dan begitu dipahami oleh publik,” katanya.

Figur lain, selama musim haji, pemerintah figur tak memberikan berita yang bersifat teknis. Sedangkan berita serupa bisa dikemas dengan hanya kreatif dan lebih informatif. Misalnya, hanya membedakan air zamzam . “Kontennya sistem, sederhana publik justru tersentuh. Sebab, kita sebab mampu berita yang relevan atau macam dengan pantas mereka,” pungkasnya.

Tentang Penulis

admin7